Mengenal Sesar Baribis

Foto dari Gunawan / Kompas.com

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan tiga lempeng besar dunia, yaitu lempeng Eurasia, Pasifik, dan India-Australia. Hal tersebut membuat Indonesia memiliki banyak jalur pegunungan aktif  yang sebagian besar berupa vulkanik, sehingga Indonesia dikenal dengan julukan Ring Of Fire dan mengakibatkan banyaknya gempa bumi terjadi hampir mencapai 500 kali setiap tahunnya yang disebabkan oleh pergeseran atau pergerakan lempeng Eurasia, Pasifik maupun India-Australia. Secara geomorfologis, Indonesia memiliki relief di permukaan bumi yang bervariasi, disebabkan karena adanya kenampakan dataran tinggi, dataran rendah, dan pegunungan. Hal ini terjadi karena adanya aktivitas tektonik di dalam permukaan bumi sehingga terjadilah aktivitas  lipatan dan patahan (Sesar). Akibat terjadinya lipatan dan juga patahan ini, maka relief di permukaan bumi menjadi tidak rata yang mana hasil dari patahan dan lipatan ini berupa pegunungan, perbukitan, gunung, bukit, lembah, maupun jurang.

Patahan atau yang dikenal dengan sesar merupakan rekahan pada batuan, di mana bagian yang dipisahkan oleh rekahan akan bergerak satu sama lain. Sesar dapat terbentuk akibat adanya gaya yang bekerja pada batuan sehingga batuan tidak mampu menahan gaya tersebut dan bergeser. 

Sesar yang menjadi salah satu kekhawatiran penduduk Indonesia saat ini adalah Sesar Baribis yang melintasi kota Jakarta. Sesar Baribis, dalam konteks ini adalah sesar muda yang baru terbentuk pada periode tektonik zaman batu muda. Karena masih muda, patahan ini rawan mengalami pergerakan yang dapat memicu gempa bumi. 

Sesar Baribis merupakan salah satu zona sesar mayor di Jawa bagian barat yang mengikuti pola pulaunya. Sesar Baribis di selatan Jakarta pertama kali dipublikasikan pada 2016 oleh ahli geodesi asal Australia, Achraf Koulali, di jurnal internasional Elsevier. Menurut Achraf, Sesar Baribis membentang sepanjang 25 kilometer di sebelah selatan Jakarta, yang melintang dari Purwakarta, Bekasi, Tangerang hingga Rangkasbitung. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut Sesar Baribis di selatan Jakarta terbukti aktif sehingga Jabodetabek terancam gempa yang cukup besar dengan estimasi laju geser mencapai sekitar 5 milimeter per tahun aktifnya Sesar Baribis ini berdasarkan peneliti Ilmuwan dari kampus ITB bahkan dunia. Peneliti BMKG, Daryono memperkirakan Sesar Baribis memiliki panjang sekitar 100 kilometer. Namun, panjang tersebut bukanlah satu kesatuan, melainkan terbagi dalam beberapa bagian yang memiliki panjang berbeda-beda. Keberadaan Sesar Baribis ini memiliki dampak yang cukup signifikan, yakni memberikan potensi gempa yang cukup besar. Menurut catatan BMKG, aktivitas Sesar Baribis yang dangkal pun memiliki kekuatan yang dapat memicu kerusakan.

Referensi

Kompas.com.2022.Sesar baribis dan ancaman gempa yang mengepung jakarta dan sekitarnya. Diakses via laman kompas.com

Detik.com.2022.Sesar baribis di selatan Jakarta yang jadi ancaman gempa. Diakses via laman detik.com

Suara.com.2022.5 Fakta mengejutkan sesar baribis gempa besar mengancam jakarta dan sekitarnya


Posting Komentar

© Lensa IPS. All rights reserved. Developed by Jago Desain