Pengendalian Sosial

Pernahkah kalian melihat beberapa siswa yang tawuran? Nah peristiwa-peristiwa seperti itu tentunya menimbulkan ketidaknyamanan di masyarakat dan membuat masyarakat menjadi khawatir. Karena hal tersebut sudah menyimpang dari perilaku sosial yang semestinya.  Maka dari itu untuk menertibkan hal tersebut dibutuhkan adanya sebuah upaya pengendalian. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas salah satu materi Sosiologi yaitu Pengendalian Sosial. 

[Foto oleh CNN | cnn.com]

Pengertian pengendalian sosial

Secara umum pengendalian sosial adalah upaya pengawasan dari suatu kelompok terhadap kelompok lain yang dimaksudkan untuk mengarahkan peran individu atau kelompok menjadi bagian dari masyarakat agar tercipta situasi kemasyarakatan yang diharapkan. Nah menurut Peter L.Berger pengendalian sosial adalah berbagai cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan anggotanya yang menyimpang. Berbeda pendapat dengan Bruce J.Cohen yang menjelaskan bahwa pengendalian sosial adalah cara atau metode yang digunakan untuk mendorong seseorang agar berperilaku selaras dengan kehendak kelompok atau masyarakat luas tertentu.

Dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa pengendalian sosial bertujuan untuk mencapai keserasian antar masyarakat di tengah perubahan – perubahan yang terjadi.

Sifat pengendalian sosial

  1. Preventif 

Pengendalian sosial preventif adalah seluruh bentuk pencegahan terhadap terjadinya gangguan-gangguan pada keserasian sosial. Pada intinya tindakan preventif adalah upaya untuk mencegah kemungkinan pelanggaran yang terjadi di masyarakat

Contoh nya seperti, adanya Razia SIM dan kelengkapan kendaraan bermotor yang dilakukan lembaga kepolisian guna mencegah kecelakaan dalam berlalu lintas.

  1. Represif 

Pengendalian sosial represif adalah pengendalian sosial yang dilakukan setelah pelanggaran terjadi. Pengendalian sosial represif ini bertujuan untuk mengembalikan keserasian sosial yang pernah terganggu karena terjadinya suatu pelanggaran serta memberikan efek jera terhadap pelanggar. Pengendalian ini dilakukan dengan cara memberikan sanksi sesuai dengan ukuran pelanggaran yang dilakukan. 

Contohnya seperti, guru memberikan skorsing terhadap siswa-siswi yang sudah berulang kali melanggar peraturan sekolah. 

Proses pengendalian sosial

Ada 2 cara yang dapat dilakukan dalam pengendalian sosial, yaitu : 

  1. Persuasif 

Pengendalian sosial secara persuasif dilakukan tidak dengan menggunakan kekerasan karena individu atau kelompok berusaha untuk diajak, disarankan, atau dibimbing untuk mematuhi atau berperilaku sesuai dengan keserasian sosial. Cara persuasif ini dapat diterapkan pada masyarakat yang tentram, namun apabila di dalam masyarakat yang tentram  tersebut masih ada yang berperilaku menyimpang maka perlu diterapkan paksaan agar tidak terjadi kegaduhan yang lebih besar 

  1. Koersif 

Pengendalian secara koersif dilakukan dengan kekerasan atau paksaan. Cara ini sering diterapkan di dalam masyarakat yang berubah-ubah.  Pengendalian ini sendiri dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :

  • Kompulsi (paksaan) 🡪 keadaan yang sengaja diciptakan sehingga seseorang terpaksa mematuhi norma sosial. Contoh nya, untuk mengurangi pencurian maka diterapkan sistem hukuman fisik/kurungan badan

  • Pervasi (pengisian) 🡪 penanaman norma secara berulang-ulang sehingga tercipta kesadaran seseorang untuk mengubah sikapnya sesuai dengan norma sosial yang berlaku. Contohnya, penataran atau bimbingan yang dilakukan secara terus menerus pada individu ataupun kelompok. 

Fungsi pengendalian sosial

  1. Mempertebal keyakinan masyarakat terhadap norma sosial 

meyakinkan masyarakat terhadap norma sosial bisa dilakukan dengan cara : 

  • Melalui lembaga pendidikan sekolah dan pendidikan keluarga 

  • Melakukan sugesti sosial melalui cerita dongeng yang berisi tentang ketaatan tokoh terhadap norma sosial 

  • Menonjolkan kelebihan norma yang dimaksud

  1. Memberikan imbalan kepada warga yang menaati norma

Pemberian imbalan ini bertujuan agar masyarakat yang menaati norma sosial tetap memberikan contoh yang baik terhadap sesama masyarakat lainnya. Imbalannya bisa berupa materi, pujian, penghormatan , dsb.

  1. Mengembangkan rasa malu 

Masyarakat akan mencela anggotanya yang melanggar norma sosial. Nah dengan celaan itu akan menciptakan kesadaran dalam diri seseorang untuk tidak mengulangi pelanggaran tersebut. Bila setiap pelanggaran norma selalu dicela maka dengan sendiri nya akan timbul “budaya malu” dalam diri seseorang.

  1. Menciptakan sistem hukum

Dengan adanya pengendalian sosial maka terciptalah sistem hukum yang disusun secara resmi mengenai ganjaran atau sanksi atas suatu pelanggaran.

Posting Komentar

© Lensa IPS. All rights reserved. Developed by Jago Desain