![]() |
| [Foto oleh Lukas | Pexels.com] |
Pengertian Stratifikasi Sosial
Secara umum, Stratifikasi Sosial adalah tingkatan umum yang ada dalam masyarakat. Sedangkan menurut Max Weber, stratifikasi sosial merupakan penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hierarki menurut dimensi kekuasaan, privilese, dan prestise. Hampir serupa dengan Max Weber, Soerjono Soekanto berpendapat bahwa stratifikasi sosial adalah pembedaan posisi seseorang atau kelompok dalam kedudukan yang berbeda-beda secara vertikal.
Dasar Stratifikasi Sosial
Setidaknya terdapat 4 hal yang menjadi dasar adanya stratifikasi sosial, yaitu:
Kekayaan (Capital)
Bentuk kekayaan dapat dilihat dari keberadaan harta benda. Semakin kaya seseorang, maka semakin tinggi pula stratifikasi sosial yang ia tempati.
Kekuasaan (Power)
Kekuasaan yang besar akan dapat menempatkan seseorang pada stratifikasi sosial yang tinggi.
Kehormatan (Privilege)
Jika seseorang sangat dihormati maupun disegani, maka ia akan dapat menempati tingkat stratifikasi sosial yang tinggi di masyarakat.
Ilmu Pengetahuan (Science)
Seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi, maka ia akan menduduki stratifikasi sosial yang tinggi.
Macam-macam Stratifikasi Sosial
Terdapat 3 jenis stratifikasi sosial berdasarkan cara memperolehnya, yaitu:
Diperoleh Secara Alami (Ascribed Status)
Diperoleh karena faktor alamiah tanpa melalui serangkaian usaha. Misalnya: Usia, jenis kelamin, sistem kekerabatan, senioritas, dan keanggotaan dalam suatu kelompok.
Diperoleh dengan Usaha-usaha Tertentu (Achieved Status)
Diperoleh dengan melakukan berbagai usaha-usaha hingga tercapailah pada status tertentu. Artinya, stratifikasi ini diperoleh berdasarkan usaha individu. Misalnya: Kekayaan ekonomi, pendidikan, dan pekerjaan.
Diperoleh karena Pemberian (Assigned Status)
Status ini diperoleh berdasarkan pada pemberian atau atas suatu penghargaan. Misalnya: Prestasi, gelar, dan lainnya.
Sifat Stratifikasi Sosial
Menurut Soerjono Soekanto, terdapat 3 sifat stratifikasi sosial, yaitu:
Stratifikasi Sosial Terbuka
Stratifikasi terbuka memungkinkan masyarakat memiliki kesempatan untuk melakukan mobilitas atau mencapai kedudukan yang lebih tinggi maupun rendah.
Stratifikasi Sosial Tertutup
Stratifikasi tertutup menutup kemungkinan masyarakat untuk melakukan mobilitas atau berpindah dari lapisan bawah ke atas maupun sebaliknya.
Stratifikasi Sosial Campuran
Stratifikasi campuran memungkinan dan tidak memungkinkan masyarakat untuk melakukan mobilitas sosial.
Fungsi Stratifikasi Sosial
Memberikan rangsangan agar seorang individu mau menempati status sosial dengan harapan masyarakat.
Menumbuhkan persaingan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekayaan, kekuasaan, dan prestise yang jumlahnya terbatas.
Memberikan fasilitas-fasilitas hidup tertentu bagi anggotanya dan membentuk gaya serta tingkah laku hidup masing-masing masyarakatnya (life style).
Menyediakan masyarakat dengan keperluan yang nyata.
Itulah penjelasan mengenai Stratifikasi Sosial. Bagaimana Sobat IPS? Sekarang sudah tidak bingung lagi kan mengenai Stratifikasi Sosial? Semoga sudah semakin paham, ya!.
