Stratifikasi Sosial : Definisi, Dasar, Jenis, Sifat, dan Fungsi

Pernahkah kalian melihat atau mendengar perihal sistem kasta yang digunakan masyarakat Hindu? Mereka membagi kasta ke dalam 4 kelompok kelas, yaitu: Brahmana (kaum agamawan), Ksatria (kaum bangsawan), Waisya (kaum masyarakat biasa seperti petani, pengrajin dan pedagang), dan Sudra (kaum pekerja kasar seperti buruh, dan lainnya). Dalam Sosiologi, adanya sistem kasta ini merupakan salah satu bentuk dari stratifikasi sosial. Lalu, apa itu Stratifikasi Sosial?

[Foto oleh Lukas | Pexels.com]

Pengertian Stratifikasi Sosial

Secara umum, Stratifikasi Sosial adalah tingkatan umum yang ada dalam masyarakat. Sedangkan menurut Max Weber, stratifikasi sosial merupakan penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hierarki menurut dimensi kekuasaan, privilese, dan prestise. Hampir serupa dengan Max Weber, Soerjono Soekanto berpendapat bahwa stratifikasi sosial adalah pembedaan posisi seseorang atau kelompok dalam kedudukan yang berbeda-beda secara vertikal.

Dasar Stratifikasi Sosial

Setidaknya terdapat 4 hal yang menjadi dasar adanya stratifikasi sosial, yaitu:

  • Kekayaan (Capital)

Bentuk kekayaan dapat dilihat dari keberadaan harta benda. Semakin kaya seseorang, maka semakin tinggi pula stratifikasi sosial yang ia tempati.

  • Kekuasaan (Power)

Kekuasaan yang besar akan dapat menempatkan seseorang pada stratifikasi sosial yang tinggi.

  • Kehormatan (Privilege)

Jika seseorang sangat dihormati maupun disegani, maka ia akan dapat menempati tingkat stratifikasi sosial yang tinggi di masyarakat.

  • Ilmu Pengetahuan (Science)

Seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi, maka ia akan menduduki stratifikasi sosial yang tinggi.

Macam-macam Stratifikasi Sosial

Terdapat 3 jenis stratifikasi sosial berdasarkan cara memperolehnya, yaitu:

  • Diperoleh Secara Alami (Ascribed Status)

Diperoleh karena faktor alamiah tanpa melalui serangkaian usaha. Misalnya: Usia, jenis kelamin, sistem kekerabatan, senioritas, dan keanggotaan dalam suatu kelompok.

  • Diperoleh dengan Usaha-usaha Tertentu (Achieved Status)

Diperoleh dengan melakukan berbagai usaha-usaha hingga tercapailah pada status tertentu. Artinya, stratifikasi ini diperoleh berdasarkan usaha individu. Misalnya: Kekayaan ekonomi, pendidikan, dan pekerjaan.

  • Diperoleh karena Pemberian (Assigned Status)

Status ini diperoleh berdasarkan pada pemberian atau atas suatu penghargaan. Misalnya: Prestasi, gelar, dan lainnya.

Sifat Stratifikasi Sosial

Menurut Soerjono Soekanto, terdapat 3 sifat stratifikasi sosial, yaitu:

  1. Stratifikasi Sosial Terbuka

Stratifikasi terbuka memungkinkan masyarakat memiliki kesempatan untuk melakukan mobilitas atau mencapai kedudukan yang lebih tinggi maupun rendah.

  1. Stratifikasi Sosial Tertutup

Stratifikasi tertutup menutup kemungkinan masyarakat untuk melakukan mobilitas atau berpindah dari lapisan bawah ke atas maupun sebaliknya.

  1. Stratifikasi Sosial Campuran

Stratifikasi campuran memungkinan dan tidak memungkinkan masyarakat untuk melakukan mobilitas sosial.

Fungsi Stratifikasi Sosial

  • Memberikan rangsangan agar seorang individu mau menempati status sosial dengan harapan masyarakat.

  • Menumbuhkan persaingan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekayaan, kekuasaan, dan prestise yang jumlahnya terbatas.

  • Memberikan fasilitas-fasilitas hidup tertentu bagi anggotanya dan membentuk gaya serta tingkah laku hidup masing-masing masyarakatnya (life style).

  • Menyediakan masyarakat dengan keperluan yang nyata.

Itulah penjelasan mengenai Stratifikasi Sosial. Bagaimana Sobat IPS? Sekarang sudah tidak bingung lagi kan mengenai Stratifikasi Sosial? Semoga sudah semakin paham, ya!.

Posting Komentar

© Lensa IPS. All rights reserved. Developed by Jago Desain