![]() |
| [Foto oleh Matt Duncan | unsplash.com] |
Lokasi
Kedudukan letak/posisi suatu objek di permukaan bumi
Lokasi absolut ditentukan berdasar lintang dan bujur suatu tempat. Contoh : rumah saya terletak di koordinat 6014’2’’ LS dan 10701’18’’ BT
Lokasi relatif dapat berubah karena pengaruh daerah sekitarnya. Contoh : dari jalan duren jaya lurus terus, nanti ada portal belok kiri, ikuti jalan tersebut, rumah saya di depan mushola.
Jarak
Batas/panjang antar lokasi
Jarak absolut diukur dengan satuan panjang. Contoh : jarak antara rumah saya ke SMAN 1 Bekasi adalah 2,1 km.
Jarak relatif diukur dengan satuan waktu. Contoh : jika pergi ke SMAN 1 Bekasi lewat jalan utama, maka membutuhkan waktu 10 menit. Tetapi jika melalui jalan pintas, kita akan tiba dalam waktu 7 menit.
Keterjangkauan
Mudah/tidaknya suatu lokasi di permukaan bumi dapat dicapai. Berkaitan erat dengan jarak, kondisi medan, dan komunikasi.
Contoh : teman saya yang tinggal di Lubuk Anduring mengalami susah sinyal, tetapi setelah dibangun lebih banyak menara internet di sekitar Padang Panjang, kendala tersebut dapat diatasi.
Pola
Bentuk sebaran objek dan fenomena yang terjadi di geosfer.
Contoh : rumah saya dan tetangga sekitar dibangun dengan mengikuti jalan sekitar yang memanjang.
Morfologi
Bentuk dan perwujudan objek di permukaan bumi.
Contoh : kawasan Duren Jaya rawan banjir karena rumah penduduk terletak lebih rendah dibandingkan kali yang melintasi sekitar.
Aglomerasi
Kecenderungan persebaran pengelompokkan suatu objek dengan alasan tertentu.
Contoh : Irigasi Danita, Bekasi Jaya, dan Duren Jaya adalah daerah yang mengalami dampak banjir terparah dibanding daerah sekitarnya.
Nilai Guna
Mengulas kegunaan objek, bersifat relatif karena nilai antartempat dan manfaatnya berbeda.
Contoh : curah hujan yang tinggi memengaruhi risiko gagal panen, sehingga harga gabah di Karawang menjadi anjlok.
Interaksi - Interdependensi
Hubungan timbal balik dari setiap fenomena yang saling terkait antar ruang dan saling memiliki pengaruh antar gejala/tempat.
Contoh : desa memasok kapas ke kota, nantinya kapas tersebut akan dijadikan bahan baku pembuatan baju (katun). Setelah barang tersebut jadi, kota menjualnya ke desa.
Diferensiasi Area
Perbedaan gejala fenomena geosfer antar wilayah dengan wilayah lainnya.
Contoh : sekolah yang berada di Kota B lebih diminati pendaftar, dibandingkan sekolah yang berada di Kabupaten D. Hal ini diakibatkan lebih banyaknya lulusan dari sekolah kota yang berhasil masuk PTN.
Keterkaitan Ruang
Hubungan sebaran fenomena antar ruang akibat perbedaan ciri suatu wilayah.
Contoh : Bekasi tidak mengalami hujan hari ini, namun penduduk melihat bahwa saluran air akan meluap. Ternyata setelah melihat berita, penyebab hal tersebut adalah dibukanya pintu air yang ada di Bogor dan Jakarta.
