Ketika Indonesia Menentang Dunia dengan Mengadakan GANEFO 1963 di Jakarta

[Foto diambil dari kompaspedia.kompas.id]
 

Latar Belakang

Awal mulanya Indonesia mendirikan Ganefo ( Games of The New Emerging Force ) adalah karena Indonesia merasa bahwa IOC sebagai komite olimpiade internasional yang sebelumnya menyatakan secara tegas bahwa olahraga harus terpisah dari politik justru berbanding terbalik dengan fakta yang terjadi.

  • Perang Dingin

Perang dingin menghasilkan 2 kubu beseberangan yaitu blok timur dan barat dimana Negara blok timur umumnya berideologi komunis, Indonesia yang saat itu tidak ikut blok manapun dan penentang keras imperialisme sebagai Negara yang baru merdeka mulai memandang bahwa mulai terlihatnya dominasi negara-negara maju terhadap negara berkembang di bidang olahraga telah menjadi lahan imperialisme baru bagi negara maju, khususnya dunia Barat, dengan menggunakan IOC sebagai alat imperialisnya. Sebagai contoh Intervensi dunia Barat terhadap pelaksanaan beberapa kegiatan olahraga seperti Olimpiade dan Asian Games sebagai buktinya. Bukti lain Oktober 1959, ketika RDD (Jerman Timur) menolak berpartisipasi dalam pertandingan bola voli di Perancis, karena Perancis melarang dikumandangkannya lagu kebangsaan dan bendera nasional RDD. Begitu juga AS juga tidak memberikan visa kepada atlet RDD saat Olimpiade musim dingin Februari 1960.

  • Asian Games

24 Agustus–4 September 1962

Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games IV yang di gelar di Jakarta, tetapi tidak mengundang delegasi Taiwan dan Israel, dengan alasan untuk menghormati China dan negara-negara Arab atas konflik negara-negara tersebut, dan merasa Indonesia berhak mempunyai keputusan sendiri sebagai tuan rumah seperti apa yang dilakukan oleh AS di Olimpiade Musim dingin 1960 dengan tidak mengikut sertakan RRD ( Jerman Timur ). Tetapi akhirnya Keputusan ini akhirnya dipermasalahkan oleh Dutt Sondhi sebagai Wakil Presiden AGF.

17 September 1962

Tidak di undangnya Israel dan Taiwan menghadirkan banjir desakan untuk Indonesia seperti yang dilakukan oleh International Amateur Athletic Federation (IAAF) dan IOC yang mengancam untuk tidak mengakui Asian Games IV di Jakarta karena Indonesia dilihat menghadirkan urusan politik dalam pesta olahraga.

 11 Oktober 1962

International Amateur Athletic Federation (IAAF) yang merasa desakannya tidak digubris merasa kesal dan memberikan 2 jalan untuk diambil oleh Indonesia yaitu jalan untuk untuk tetap berada di dalam organisasi IAAF atau memilih jalan keluar dari IAAF. Akhirnya, Indonesia mengambil jalan kedua yaitu keluar dari IAAF sebagai konsekuensi atas konflik di Asian Games IV.

3 November 1962

Presiden Ir. Soekarno menyatakan bahwa AGF tidak menunjukan semangat dari Konferensi Asia-Afrika 1955 yang memegang asas anti imperialisme. Hal ini lah yang membuat, Presiden Soekarno untuk mencetuskan pesta olahraga baru yang terdiri dari negara-negara Nefo (New Emerging Forces) sebagai bentuk perlawanannya. Gagasan tersebut menjadi titik mula dibentuknya Ganefo.


Sanksi IOC di Olimpiade

7 Februari 1963

IOC dan AGF mengeluarkan keputusan untuk menunda partisipasi Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo yang di gelar tahun 1964. Karena dianggap Asian Games IV yang di gelar oleh Indonesia melanggar peraturan IOC dengan mencampuradukkan masalah politik dalam pesta olahraga.

13 Februari 1963

Momentum skorsing IOC ini akhirnya dimanfaatkan oleh Presiden Ir. Soekarno sebagai alat pemersatu rakyat Indonesia dalam melawan salah satu bentuk imperialisme di bidang olahraga dan mewujudkan konsepsi politik luar negerinya. Presiden Ir. Soekarno juga menggunakan skorsing IOC ini sebagai pemantik semangat nasionalisme rakyat Indonesia, karena dianggap sebagai salah satu bentuk isolasi terhadap Indonesia dalam bidang olahraga yang bertujuan untuk menghambat eksistensi Indonesia dalam pergaulan dunia internasional. Hinggi digelaran Konferensi Besar Front Nasional, Presiden Ir. Soekarno mengintruksikan supaya Indonesia keluar dari IOC. Menteri Olahraga saat itu Maladi langsung menyampaikan pesan kepada IOC yang sedang bersidang di Swiss. Diwaktu yang sama Presiden Ir. Soekarno mengundang dan mengajak negara-negara Asia, Afrika, Amerika Latin, Negara-negara ketiga dan negara-negara sosialis untuk bergabung dalam Ganefo.

24 April 1963

Indonesia benar-benar meluruskan niatnya untuk melawan IOC dan tidak main-main dengan diterbikannya Keputusan Presiden Nomor 74 tahun 1963 tentang Pembentukan Komite Nasional Ganefo dan Keputusan Presiden Nomor 75 tahun 1963 tentang Pembentukan Staf Presiden Urusan Ganefo oleh Presiden Ir. Soekarno. Di dalam Komite Nasional Ganefo ini mereka ditugaskan untuk mempersiapkan dan melaksanakan penyelenggaraan Ganefo I di Jakarta. Sedangkan, Staf Presiden Urusan Ganefo diberikan kewenangan dalam mengambil keputusan untuk penyelenggaraan Ganefo sesuai dengan kebijakan umum presiden.

27–29 April 1963

Indonesia menyelenggarakan Konferensi persiapan untuk Ganefo di Hotel Indonesia, Jakarta. Indonesia mengundang 17 negara, tetapi hanya 12 negara mengirimkan perwakilannya. Negara-negara yang mengirimkan perwakilannya adalah Republik Rakyat Tiongkok (China), Republik Uni Soviet Sosialis, Pakistan, Guinea, Indonesia, Irak, Kamboja, Vietnam Utara, Mali, dan Republik Persatuan Arab (Mesir dan Suriah). Sri Lanka dan Yugoslavia yang hadir sebagai negara peninjau. Di konferensi ini disepakatilah bahwa Ganefo I pada 10–22 November 1963 akan di gelar di Jakarta.

17 Agustus 1963

Presiden Ir. Soekarno dalam hari kemerdekaan Indonesia memberikan pidato dan pesan kepada rakyat Indonesia dan pesan pada dunia bahwa “ Kita tergabung dalam New Emerging Forces, kita adalah salah satu mperi yang dinamis dan militant. New Emerging Forces adalah kekuatan raksasa yang terdiri dari bangsa-bangsa yang tertindas, yang progresif, yang hendak membangun satu dunia baru yang penuh dengan keadilan, persahabatan, keadilan, kesejahteraan antar bangsa, tanpa mperialism dan kolonialisme dan exploitation de I’homme par I’homme et de nation par nation.

Ganefo kita laksanakan setelah itu Conefo, melawan Oldefo membawa bahaya, menghimpun Nefo juga bahaya. Tetapi dimana ada satu perjuangan yang tidak membawa bahaya ? kita ini satu bangsa yang beruang apa tidak ? kita ini satu “Fighting Nation” apa tidak ? kita ini satu bangsa tempe atau bangsa Banteng? Kalau kita bangsa banteng marilah kita berani nyerempet bahaya.

9 September 1963

Di sepakatinya 20 cabang olahraga yang akan dipertandingkan oleh Komite Nasional Ganefo yaitu judo, tenis, bulutangkis, bola basket, anggar, balap sepeda, tinju, sepak bola, senam, hoki, panahan, menembak, renang-loncat indah, tenis meja, atletik, bola voli, polo air, angkat besi, gulat, dan lomba layar.

28 September 1963

Launching lambang Ganefo berbentuk bundaran dunia berwarna biru yang di dalamnya terdapat 12 bendera berwarna kuning dengan tiang hitam melambangkan 12 negara penggagas Ganefo. Dan dibawahnya tertulis semboyan Onward! No Retreat ( Maju Terus! Pantang Mundur ).

10–22 November 1963

Ganefo I berhasil di gelar di Jakarta dan diikuti oleh 51 negara yang berasal dari berbagai benua seperti Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika Latin. Dalam penyelenggaraan perdana ini, sejumlah rekor terpecahkan. China dikukuhkan sebagai juara umum, Indonesia di tempat kedua, dan di tempat ketiga disusul oleh Uni Soviet.

Posting Komentar

© Lensa IPS. All rights reserved. Developed by Jago Desain