![]() |
| [Foto oleh Helena Lopes | Pexels] |
Pernah menjumpai segerombolan orang yang melihat kebakaran? Atau apakah kalian pernah melihat sekumpulan buruh yang sedang berdemo di depan gedung DPR? Nah, dalam ilmu sosiologi, ternyata mereka itu termasuk sebuah kelompok loh!. Pada pembahasan kali ini kita akan mempelajari “Kelompok Sosial”, yuk di simak baik-baik ya.
Pengertian Kelompok Sosial
Kelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan – kesatuan yang hidup bersama karena adanya hubungan diantara mereka secara timbal balik dan saling mempengaruhi.
Ciri – Ciri Kelompok Sosial
Memiliki struktur sosial yang setiap anggotanya mempunyai peran dan status tertentu
Memiliki norma – norma yang mengatur diantara hubungan anggotanya
Memiliki kepentingan bersama
Adanya interaksi dan komunikasi antar anggota
Dasar Pembentukan Kelompok Sosial
Faktor kepentingan yang sama
Darah/keturunan yang sama
Geografis
Faktor daerah asal yang sama
Klasifikasi Kelompok Sosial
Berdasarkan Cara Terbentuknya
Kelompok semu
Adalah sekumpulan orang yang tidak direncanakan, tidak terorganisir bahkan tidak ada interaksi secara berkelanjutan. Jenis nya antara lain :
Kerumunan, terjadi karena banyaknya berbagai macam aktivitas manusia yang dapat menimbulkan daya tarik yang selanjutnya berkumpul pada suatu tempat tertentu. Contoh : kebakaran, kecelakaan lalu lintas, nonton konser, dsb
Massa, kerumunan yang disengaja sehingga tidak bersifat spontan. Contoh : mahasiswa yang bersiap untuk berdemo di depan gedung DPR
Publik, massa yang terbentuk karena adanya perhatian yang disatukan oleh alat komunikasi. Contoh : radio, televisi, pengeras suara, dsb.
Kelompok nyata
Adalah kelompok yang lebih terorganisir, selalu tidak berubah, tetapi belum tentu karena kesengajaan. Jenis nya antara lain :
Gemeinschaft (paguyuban), kelompok sosial yang anggotanya memiliki ikatan batin yang murni, bersifat alamiah dan kekal
Geselschaft (patembayan), kelompok sosial dengan jangka waktu yang pendek.
Berdasarkan Kualitas Hubungan Antar Anggota
Kelompok primer, suatu kelompok yang antar anggotanya saling kenal mengenal dan bersifat informal. Contoh : keluarga, sahabat, teman sepermainan, dsb
Kelompok sekunder, suatu kelompok yang hubungan antar anggotanya bersifat formal dan dasarkan pada asas manfaat. Contoh : sekolah, PMI, PGRI, dsb.
Berdasarkan Pencapaian Tujuan
Kelompok formal, kelompok yang memiliki peraturan dan tugas dengan sengaja dibuat untuk mengatur hubungan antar anggotanya. Contoh : partai politik, lembaga pendidikan, lembaga hukum, dsb
Kelompok informal, kelompok sosial yang terbentuk karena pertemuan berulang dan memiliki kepentingan serta pengalaman yang sama. Contoh : anggota OSIS
Berdasarkan Sudut Pandang Individu
In group, kelompok sosial tempat individu mengidentifikasikan diri. Contoh : putri adalah penggemar penyanyi tiara andini.
Out group, kelompok sosial yang menjadi lawan in group. Contoh : sukma adalah penggemar penyanyi ziva magnolia, sehingga sukma menganggap putri sebagai out grup nya .
Klasifikasi Kelompok Sosial Menurut K. Merthon
Membership group, kelompok sosial yang setiap orang secara fisik merupakan anggota kelompok tersebut. Contoh : anggota pencak silat
Reference group, kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang untuk membentuk pribadi dan perilakunya sesuai dengan kelompok tersebut. Contoh : anggota TNI, anggota Polisi, dsb .
Daftar Pustaka
Doddy AB, M., dan Media, T. P. (2013). Menguasai IPS . Depok: Penerbit Pustaka Gema Media
Sosiologi. (n.d.). Retrieved September 20, 2021, from MateriIPS.com: https://materiips.com/tokoh-sosiologi
