![]() |
| [Foto oleh Kenny Eliason | Unsplash] |
Hai sobat IPS! Pandemik covid-19 mengharuskan kita untuk mengurangi mobilitas secara drastis, termasuk berinteraksi dengan orang lain. Dengan adanya pandemic ini, interaksi yang seharus nya dilakukan secara langsung, kini harus berubah melalui virtual. Lalu apakah interaksi secara virtual ini masih bisa disebut dengan interaksi sosial di dalam ilmu sosiologi?
Nah sobat IPS, untuk mengetahui lebih lanjut, yuk kita belajar “Interaksi Sosial”. Untuk menjawab pertanyaan diatas, hal pertama yang perlu kita pahami adalah definisi nya interaksi sosial itu sendiri apa sih?
Definisi Interaksi sosial
Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan perorangan, antar kelompok atau bahkan antara kelompok dengan individu.
Syarat interaksi sosial
Lalu, syarat untuk bisa dikatakan sebagai interaksi sosial itu apa aja ya?
Adanya kontak sosial
Kontak sosial adalah hubungan sosial masing-masing pihak yang bersangkutan yang bisa terjadi secara langsung ataupun tidak langsung. Contohnya : surat menyurat, berdiskusi, berdebat, dsb.
Adanya komunikasi
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan yang di lakukan oleh individu/kelompok secara langsung ataupun tidak langsung. Contoh : menelpon, chatting, dsb.
Faktor interaksi sosial
Selanjutnya, apa aja sih yang menjadi pengaruh atau faktor sebuah interaksi sosial?
Imitasi, adalah meniru orang lain baik dalam hal sikap atau perilaku. Contoh, putra meniru cara berpakaian Michael Jackson
Sugesti, adalah pendapat, pandangan dan sikap yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain dan dapat diterima oleh orang tersebut. Contoh: fatimah membeli baju yang dikenakan oleh artis ternama, putri memberikan pendapat untuk masalah yang dialami temannya, dsb.
Identifikasi, adalah keinginan dalam diri seseorang untuk sama dengan orang lain. Contoh :alya melakukan operasi plastik demi terlihat seperti jennie anggota girl grup k-pop blackpink.
Simpati, adalah kecakapan merasa diri seolah-olah dalam keadaan orang lain dan ikut merasakannya. Contoh : andini memberikan ucapan selamat kepada temannya yang lulus di suatu PTN
Motivasi, adalah pengaruh, dorongan atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain .contoh : raditya dika yang memberikan kata-kata penyemangat untuk kaum gen-Z
Empati, bentuk simpati yang lebih mendalam. Contoh : fitri ikut berjualan bersama pedagang ikan, untuk merasakan betapa kerasnya mencari nafkah.
Bentuk – bentuk interaksi sosial
Perlu diketahui, bahwa bentuk interaksi sosial dibedakan menjadi 2 yaitu asosiatif dan Disosiatif. Asosiatif yaitu menciptakan persatuan dan mendorong interaksi sosial. Kemudian, disosiatif yaitu menciptakan perpecahan dan menghambat interaksi sosial.
Lalu asosiatif ini dibagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu :
Kerjasama, adalah usaha bersama antar perorangan untuk mencapai tujuan tertentu
Akomodasi, adalah usaha untuk meredakan ketegangan
Asimilasi, adalah berpadunya2 budaya yang menghasilkan budaya baru
Akulturasi, adalah interaksi 2 budaya yang berbeda tanpa menghilangkan kebudayaan itu sendiri.
Disosiatif juga memiliki beberapa jenis, yaitu :
Persaingan , adalah perjuangan sosial yang berlangsung secara damai yang saling berbuat sesuatu dan mendapat keuntungan.
Kontravensi, adalah penolakan yang tidak diungkapkan secara terbuka
Pertikaian, tindakan sosial untuk mengalahkan pihak lain karena semakin tajam ya perbedaan sehingga menghasilkan rasa benci dan ingin melukai pihak lain.
Konflik, adalah pertikaian antara dua pihak atau lebih karena adanya perbedaan kebutuhan.
Nah sobat IPS, Setelah mengetahui materi tentang “Interaksi Sosial”, semoga kalian semakin paham ya dengan ilmu-ilmu sosiologi, dan semangat terus belajarnya. Sampai jumpa di materi berikutnya!
